Mempersiapkan Generasi Anak yang Berkualitas

Posted by Unknown | Kamis, 25 Juli 2013 | Posted in

1374607341860966608
Anak merupakan aset yang paling berharga dalam keluarga. Sebuah keluarga tidak lengkap bila tidak ada yang namanya buah hati (anak). Rasanya sunyi, sepi, dan entahlah apa namanya karena saya belum menikah dan berkeluarga. Yang jelas terasa ada yang kurang dengan hidup ini, meski semuanya serba cukup tetapi apalah gunanya jika tidak memiliki aset berharga yang satu ini.

Seorang anak merupakan penerus keturunan sebuah keluarga, dan ini berjalan tak pernah berhenti hingga seterusnya. Terus bertambah dan bertambah hingga menjadi sekelompok orang, dari satu daerah ke daerah lain, berupalu-pulau, bersuku-suku dan akhirnya berbangsa-bangsa. Hal ini disebabkan karena manusia terus berkembang biak.

Dalam agama Islam, anak merupakan sebuah amanat yang diberikan oleh Allah swt kepada orangtua (ibu dan bapak). Kelak amanat itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah dihari kiamat. Untuk itu mengajarkan agama dan membimbing anak ke jalan yang benar merupakan tugas dari orangtua. Dan begitu seterusnya, karena yang saat ini menjadi anak, kelak akan menjadi orangtua.

Dalam sebuah kisah, diceritakan ada orangtua yang ibadahnya baik, sholatnya tepat waktu, sedekah, suka menolong dan lain sebagainya. Ketika di akhirat, orangtua tersebut divonis masuk surga. Tetapi sebelum masuk syurga ada seorang pemuda yang meminta keadilan. Pemuda itu ternyata putra dari orangtua tersebut. Pemuda itu berkata "mereka memang ahli ibadah, suka menolong, sedekah dan lainnya, tetapi mereka tidak pernah mengajarkan saya shalat, puasa, dan membiarkan saya mabuk-mabukan, maksiat dsb".

Jika saya masuk neraka, maka mereka juga harus bertanggungjawab. Akhirnya orangtua tersebutpun masuk neraka bersama anaknya. Cerita ini menggambarkan dan mengajarkan kepada kita bahwa mendidik dan mengajarkan anak merupakan kewajiban orangtua. Sebab bagimanapun semuanya adalah amanat dariNya.
Al-Qur’an mengatakan bahwa anak/keturunan dan harta adala fitnah "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (Al-Anfal: 28).

Maksunya ialah dalam konteks harta dan anak seperti yang dikemukakan oleh Asy-Syaukani adalah bahwa keduanya dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam banyak dosa dan kemaksiatan, demikian juga dapat menjadi sebab mendapatkan pahala yang besar.

Fitnah di sini juga berarti bisa menyibukkan atau memalingkan seseorang dan menjadi penghalang baginya dari mengingat dan mengerjakan amal kepada Allah swt, seperti yang digambarkan oleh Allah tentang orang-orang munafik, sehingga Dia menghindarkan orang-orang beriman dari kecenderungan ini. Inilah yang dimaksud dengan ujian yang Allah swt uji pada harta dan anak bagi manusia.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw juga menyebut keduanya sebagai pembuat pengecut dan kekikiran bagi manusia. Sebagaimana dalam hadits Aisyah ra ketika beliau memeluk seorang bayi, ”Sungguh mereka (anak-anak) dapat menjadikan seseorang kikir dan pengecut, dan mereka juga adalah termasuk dari haruman Allah SWT". 

Empat Metode

Oleh karenanya, mari lah kita mempersiapkan generasi (anak) yang berkualitas serta memiliki pengetahuan dan kefahaman yang baik dalam agama. Adapun cara yang dapat dilakukan antara lain : a) Mengajarkan konsep Luqman. b) Mengajarkan keteladanan. c) Mengajarkan kejujuran dan d) Belajar keikhlasan.

Empat hal inilah yang hilang dari generasi anak masa depan. Kalau kita berkaca kepada kisah Lukman, bagaimana ia mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana mengenal tuhan dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dalam segala hal, yakinilah bahwa Allah membersamai langkah dan tindakan yang kita lakukan.

Miskin keteladanan, ya kata itu sangat tepat untuk diungkapkan. Pasalnya tak ada lagi yang dapat dijadikan sebagai seorang uswah (teladan) yang hidup, bagi generasi saat ini. Semuanya memiliki "track record" yang buruk. Hanya Rasulullahlah satu-satunya orang yang dapat dijadikan uswah, karena tindak dan tanduk beliau bagitu indah.

Kedua yang patut dijadikan teladan adalah orangtua kita sendiri. Tetapi kebanyakan orangtua tidak mampu menjadi sosok yang dapat dijadikan sebagai uswah oleh anaknya. Berarti di sini lah tantangannya bagi para calon orangtua, bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi contoh yang baik dan panutan bagi anak-anaknya kelak. Yuk kita siapkan sedini mungkin, bagaimana sudah siapkah Anda?

Kejujuran merupakan harga mati, dan hanya segelintir orang saja yang mampu melakukannya. Begitu banyak orang yang mampu melakukan kesalahan, tetapi hanya sedikit saja yang mau mengakui kesalahannya. Jujur terhadap diri sendiri, terhadap orang lain dan yang terpenting adalah jujur terhadap Allah SWT. Berapa banyak yang dapat melakukannya??

Hidup merupakan perjalanan sementara, dan sebagai alat perantara untuk mencapai ke sebuah titik yang disebut dengan akhirat. Semua yang dilakukan, amalan ibadah dan lain-lain bermuara pada satu kata, yaitu kata ikhlas. Semua perbuatan yang tanpa didasari dengan keikhlasan semuanya hampa, kosong dan tak akan memiliki nilai. Itulah sebabnya allah melarang manusia untuk menjauhi sikap riya (syirik kecil).

Terlebih ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan maka ikhlaslah yang tepat untuk diungkapkan. Sedikit ataupun banyak, besar dan kecil semuanya harus diikhlaskan. Sebab manusia tidak akan pernah tahu rencana yang Allah persiapkan untuk dirinya. Apapun itu, pada dasarnya baik bagi diri kita. Yang terpenting, ketika ditimpa musibah bersabar dan ketika mendapat nikmat bersyukur. Lebih dahsyat lagi ketika mendapatkan musiabah ia tetap mengucapkan syukur. Allahu’alam.(/Zah)

76 siswa SMA dan sederajat di DKI tidak lulus UN

Posted by Unknown | Jumat, 24 Mei 2013 | Posted in , ,

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 76 siswa SMA dan sederajat di DKI Jakarta dinyatakan tidak lulus saat hasil ujian nasional (UN) diumumkan serentak hari ini, Jumat (24/5).

"Ada 73 siswa SMA yang tidak lulus dan tiga siswa SMK," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto di Jakarta, Jumat.

Pengumuman hasil ujian, lanjut Taufik, dilakukan lewat jaringan internet melalui website www.disdik.jakarta.go.id, www.sma-dki.web.id. "Serta website sekolah masing-masing," katanya.

Pengumuman lewat internet ini, menurut Taufik, dilakukan untuk mengantisipasi aksi coret-coret saat pengumuman hasil ujian.

Selain pengumuman lewat internet, Disdik juga memerintahkan siswa mengenakan pakaian adat jika ingin datang ke sekolah. "Kalau mau ke sekolah, ya harus pakai pakaian adat," kata Taufik.

Sudah ada 47 SMA dan 45 SMK yang bikin acara pakai pakaian adat," katanya.

18 siswa SMA/MA di DIY tak lulus UN

Posted by Unknown | | Posted in , , ,

Yogyakarta (ANTARA News) - Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY, Kamis, menunjukkan jumlah siswa SMA/MA yang dinyatakan tidak lulus tercatat sebanyak 18 orang.

Mereka terdiri dari empat siswa jurusan IPA, dan 14 siswa jurusan IPS, sedang untuk siswa jurusan Bahasa dan Agama semuanya dinyatakan lulus.

Data 18 siswa yang tidak lulus tersebut masih merupakan data sementara karena terdapat dua siswa yang sedang diproses ujian sekolahnya.

Sedangkan di tingkat SMK tercatat sebanyak 74 siswa yang dinyatakan tidak lulus, namun jumlah tersebut juga masih merupakan jumlah sementara karena ada 69 siswa dengan ujian sekolah belum lengkap.

"Sekolah sudah diminta untuk memproses nilai secara manual, dan jika siswa dinyatakan memenuhi syarat kelulusan, maka jumlah siswa yang tidak lulus akan berkurang," katanya.

Belum masuknya nilai sekolah tersebut bukan disebabkan kesalahan sekolah melainkan karena nilai sekolah tidak bisa diproses secara komputerisasi.

"Ada empat SMK dan tiga SMA yang belum bisa memproses nilai sekolahnya," katanya.

Pada tahun lalu, jumlah siswa SMA/MA yang dinyatakan tidak lulus mencapai 134 siswa sedang pada tahun lalu siswa SMK yang dinyatakan tidak lulus tercatat sebanyak 32 siswa.

Berdasarkan data per kota/kabupaten untuk jenjang SMA, ketidaklulusan paling banyak terdapat di Kota Yogyakarta dengan 10 siswa, namun dua di antaranya masih diproses nilai ujian sekolahnya.

Sedangkan di Kabupaten Bantul seluruh siswa dinyatakan lulus, di Kulonprogo terdapat dua siswa tidak lulus, dan di Sleman terdapat tiga siswa tidak lulus, dan di Gunungkidul terdapat tiga siswa tidak lulus.

Meskipun jumlah siswa yang tidak lulus menurun bila dibanding tahun lalu, namun rata-rata nilai kelulusan di tingkat SMA menurun yaitu dari 7,44 menjadi 7,32.

Baskara mengatakan, penurunan tersebut terjadi karena nilai sekolah lebih rasional atau tidak lagi ada obral nilai.

Rumus nilai akhir untuk menentukan kelulusan adalah 60 persen dari ujian nasional ditambah 40 persen dari nilai ujian sekolah.

Editor: Aditia Maruli

Mendikbud Beri Pilihan

Posted by Unknown | Selasa, 21 Mei 2013 | Posted in ,

Jakarta - Kemendikbud ternyata belum mengadakan permufakatan atas UN SD yang dihilangkan di PP 32/2013 tentang Perubahan atas PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang telah disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei 2013 lalu. Namun, Mendikbud M Nuh memberikan pilihan.

"Misal nanti nggak ada UN SD itu kan berarti nanti diadakan seleksi input dari SMP-nya. Jadi pilihanya nanti yang kita hilangkan apakah evaluasi output (UN SD) ataukah seleksi input (tes di SMP)," ujar Mendikbud M Nuh.

Hal itu dikatakan M Nuh ketika ditanya wartawan bila UN SD jadi ditiadakan, di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Bila UN SD ditiadakan, maka seleksi akan dilakukan pada masing-masing SMP, seperti saat RSBI.

"Itu kan dulu yang RSBI (seleksi mandiri SMP), tapi kan sekarang RSBI sudah almarhum, sudah nggak ada lagi itu," jelas dia.

Sebelumnya Mendikbud M Nuh ternyata belum mengatur masalah hilangnya UN SD ini.

"Ya terserah. Itu kan cuma berita (UN SD ditiadakan). Mau disampaikan Pak Dipo (Seskab Dipo Alam), Pak Dipi, itu sah-sah aja. Kita kan belum konvensi membahas ini," demikian jawab M Nuh ketika diminta tanggapannya mengenai PP 32/2013 yang meniadakan UN SD di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Ketika ditanya kebenaran tentang UN SD dihilangkan, Nuh malah balik bertanya, "Lho yang mana? Kita nggak sentuh-sentuh soal itu (UN) kok".

Nuh kemudian mengecek keseluruhan bunyi PP 32/2013 itu, kemudian mengaku bahwa masalah UN SD belum dirundingkan.

"Masalah UN SD ini belum kita konvensikan. Ya sejauh belum kita konvensikan, nanti apakah akan ada atau tidak sementara ini masih akan tetap ada ke depannya," tutur Nuh.

Kemendikbud akan Dijatuhi Sanksi

Posted by Unknown | | Posted in ,

Jakarta - Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengatakan banyak pejabat di bawah Kemendikbud yang direkomendasikan kena sanksi atas kisruhnya penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). Mendikbud M Nuh mengatakan akan ada 2 pejabat Kemendikbud yang akan diberi sanksi. Lainnya, dievaluasi sampai pelaksanaan UN selesai.

"Jadi urusan sanksi itu nanti setelah pelaksanaan selesai. Saya coba ingin mengkomunikasikan yang ingin saya jaga itu ini keutuhan pelaksanaan ini. Baru nanti setelah semua selesai baru dilakukan eksekusi itu," jelas Nuh di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Nuh mengakui selain pejabat yang mundur Senin (13/5) kemarin, yakni Kepala Litbang Kemendikbud Khairil Anwar, ada 2 pejabat lagi yang akan dijatuhi sanksi.

"Jadi yang terkait dengan pelaksanaan yang akan dieksekusi hanya 2 saja," jelas M Nuh.

Nuh tak bersedia mengungkapkan 2 pejabat yang akan diberikan sanksi itu. Bila yang direkomendasikan adalah pejabat eselon I, imbuh Nuh, maka hal itu adalah kewenangan presiden.

"Jadi rekomendasi (Irjen Kemendikbud) kan bukan Quran (yang wajib dilakukan), jadi ada tata krama birokrasinya. Jadi ndak bisa eselon satu diberhentikan menteri, begitu juga eselon dua, nggak bisa diberhentikan eselon satu. Saya minta tolong jangan diadu antara inspektorat dengn kementerian," jelas Nuh.

"Jadi sekali lagi saya sampaikan kalau eksekusi ini kan terkait dengan etika. Motong ayam saja ada tata kramanya. Esensinya pemberhentian itu kan orangnya tidak menjabat lagi. Jadi nggak masalah antara mengundurkan diri dengan diberhentikan," imbuh mantan Rektor Institut Sepuluh Nopember (ITS) ini.

Apakah pejabat itu yang berada di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai pelaksana UN?

"Jadi gini, ini kan belum selesai kalau BSNP diberhentikan, terus siapa yang meneruskan ini? Nanti kita lihatlah. Poin yang akan saya sampaikan bahwa penyelenggaraan ini harus sampai tuntas. Terkait sanksi dan seterusnya harus disesuaikan," jawab Nuh.

Nuh menjelaskan, penyelenggaraan UN selesai sampai Surat Keterangan Hasil UN (SKHUN) keluar tanggal 24 Mei 2013 sekaligus pengumuman kelulusan.

Pada Senin (13/5) kemarin, Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengatakan untuk pihak internal yang direkomendasikan untuk diberhentikan, sementara adalah 3 orang, termasuk Kepala Litbang Kemendikbud Khairil Anwar. Dua pejabat lagi berada di Puspendik (Pusat Penilaian Pendidikan) dan Panitia Lelang.

Implementasikan Kurikulum 2013 Mulai 15 Juli

Posted by Unknown | | Posted in ,

Jakarta - Pemerintah siap mengimplementasikan kurikulum 2013 kepada 6.325 sekolah yang ada di Indonesia pada 15 Juli 2013. Pemerintah menargetkan pengadaan buku kurikulum itu sampai di sekolah pada 14 Juli.

Jadwal pengadaan buku kurikulum 2013 itu akan dimulai dengan pengumuman lelang tanggal 17 Mei, selama 18 hari selanjutnya pemerintah akan umumkan pemenang lelang tanggal 3 Juni.

"Tanggal 10 Juni tandatangan kontrak dan penyerahan naskah buku," kata Menteri Pendidikan M Nuh dalam rapat dengan komisi X DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2013) malam.

Kemudian selama 25 hari sejak 10 Juni itu buku guru dan siswa sebagai bahan pelatihan sampai di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) atau tepatnya pada 4 Juli 2013.

"Begitu kita mengadakan di 15 Juli tahun ajaran baru, buku harus sudah sampai di sekolah 14 Juli," ucap M Nuh.

Dalam implementasikan kurikulum 2013, pemerintah juga akan melakukan pelatihan bagi instuktur nasional, guru dan kepala sekolah secara bertahap.

"Tanggal 4-8 Juni pelatihan instruktur nasional. Kemudian tanggal 11-22 Juni pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas inti," tuturnya.

"Terakhir pada 15 Juli implementasi di sekolah sasaran," imbuhnya.

Implementasi kurikulum 2013 itu diprioritaskan bagi sekolah eks RSBI dan berakreditasi A yaitu total sebanyak 6.325 sekolah.

Sementara jumlah guru yang akan melaksanakan implementasi kurikulum 2013 itu total sebanyak 55.762 dan siswa sebanyak 1.570.337 siswa. Lalu jumlah buku sebanyak 9.767.280 buku.