70% Perceraian Karena Masalah Ekonomi

Posted by Amir Hamzah | Senin, 06 Oktober 2014 | Posted in ,

Jakarta -Tidak selalu keretakan ikatan dalam pasangan keluarga disebabkan oleh perselingkuhan, ada 70% perceraian di Indonesia bermula dari masalah ekonomi atau keuangan terutama keluarga muda. Sehingga keuangan dalam keluarga mendapatkan proporsi yang besar untuk dibicarakan ke pasangan kita agar tidak muncul masalah di kemudian hari.

Berikut tips agar masalah keuangan tidak menjadi bom waktu di dalam keluarga seperti dipaparkan Perencana Keuangan ZAP Finance Jayadin R Binaardi yang dikutip detikFinance dari situs resminya, Minggu (28/9/2014).

1. Keterbukaan
Keterbukaan secara keuangan adalah hal yang wajib dilakukan dalam sebuah keluarga, karena yang akan diwarisi oleh pasangan kita bukan saja kekayaan namun bisa juga mewarisi utang. Dengan keterbukaan keuangan, pasangan kita akan memahami dan menerima segala hal yang mungkin akan terjadi di masa depan tanpa merasa dibohongi.

2. Mempunyai Tujuan dan Perencanan Bersama
Diskusikan secara berkala setidaknya setiap tiga atau enam bulan sekali tentang tujuan-tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam keluarga, baik untuk jangka pendek (kurang dari satu tahun) maupun jangka panjang (lebih dari satu tahun). Urutkan tujuan-tujuan keuangan tersebut sesuai prioritas, mulai dari penting dan darurat hingga tidak penting dan tidak darurat.

Setelah membuat tujuan, langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan keuangan keluarga. Dimulai dengan mengecek nilai bersih kekayaan, arus kas dan melunasi segera mungkin utang kartu kredit dan utang konsumtif. Setelah itu baru kita akan bicara bagaimana cara merealisasikan tujuan-tujuan keuangan yang telah disusun sebelumnya.

3. Membuat Anggaran Bersama
Setelah membuat tujuan dan perencanaan, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran baru secara bersama-sama dengan memasukan aksi perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Anggaran ini akan menjadi petujuk teknis pemasukan dan pengeluaran tiap bulannya.

Dengan menyusun tujuan, perencanaan serta anggaran bersama akan membuat emosional keuangan keluarga meningkat, sehingga akan saling menjaga dan saling mengingatkan antar pasangan agar sesuai jalur perencanaan.

4. Evaluasi Bersama dan Konsultasikan
Lakukan evaluasi secara berkala, hal ini dimaksudkan jika tak sesuai dengan rencana dan anggaran maka segera lakukan koreksi dan dicarikan solusinya terbaik. Dan jika dirasakan tidak dapat mengelola keuangan keluarga sendiri maka kita dapat minta bantuan kepada ahli perencana keuangan independen yang terpercaya. (finance.detik.com)

Menerima Orang Yang Kita Cintai Apa Adanya

Posted by Amir Hamzah | Senin, 30 Juni 2014 | Posted in ,

1. Tulus dan mencintai tanpa syarat. 
Ada orang yang pernah mengatakan, "Aku tidak tahu mengapa aku tetap mencintainya, meskipun dia telah membuat hal-hal yang tidak aku sukai." Bisa jadi, orang itu telah mencintai orang yang dicintainya apa adanya, tidak pakai syarat dan alasan.

Lalu bagaimana agar kita mampu mencintai seseorang apa adanya? Kunci pertama adalah tulus, artinya kita benar-benar mencintai orang yang kita cintai tanpa syarat atau alasan. Percuma mencintai jika tidak tulus, karena akan membuat hati kita masih merasakan sesak. Tulus itu kunci untuk menjadikan hati kita seluas samudera, bukan selebar daun kelor.

2. Sabar. 
Mungkin, ada kalanya orang yang kita cintai, bersikap yang tidak sesuai dengan keinginan dan kemauan kita sehingga membuat kita kesal, maka disini diperlukan kesabaran, agar kita bisa memakluminya. Mungkin orang yang kita cintai itu belum mengerti jalan pikiran kita atau belum mengetahui apa yang kita mau dan apa yang kita tidak suka.

Positive thinking dan persepsi yang baik-baik saja, karena tidak ada gunanya kalau pikiran dan hati kita berprasangka buruk

3. Bersyukur 
Mencintai adalah karunia terbesar dari Allah. Mumpung rasa cinta dan kasih sayang belum dicabut oleh Allah dari hati kita, yuk.. kita bersyukur. Bersyukur karena telah mencintai orang yang yang kita sayangi, bersyukur atas pemberian rasa cinta dan kasih sayang dari-Nya, bersyukur karena hati kita tidak mati untuk mencintai.

Sahabat2ku, rasa cinta dan kasih sayang yang hadir di dalam hati kita sesungguhnya berasal dari Allah, Yang Maha Kasih, Maha Penyayang, maka hal tsb lah yang harus menjadi landasan, atau dasar kita mencintai orang2 yang kita cintai. Bukan karena wajahnya, bukan karena materinya, tapi karena Allah.

4. Kenali Kekurangan 
Yang Ada Pada Diri Sendiri. Bukan hanya orang yang kita cintai yang memiliki kekurangan tetapi diri sendiri pun memiliki kekurangan. Oleh karena itu sebelum menilai kekurangan orang lain, lihatlah kekurangan yang ada pada diri sendiri.

Jika sudah mengetahui kekurangan diri sendiri, terimalah kekurangan itu. Dan jika sudah dapat menerima kekurangan diri sendiri Insya Allah kita akan mudah menerima kekurangan orang lain termasuk kekurangan pasangan.

5. Lihatlah Kelebihannya
Karena orang yang benar2 mencintai tidak akan melihat dan mempermasalahkan kekurangan orang yang dicintainya. Jangan melihat kekurangan yang dimiliki orang yang kita cintai, tetapi lihat-lah kelebihan yang dimilikinya dan jika sudah mulai ingat kekurangannya, coba ingat kelebihan yang dimilikinya.

6. Menerima Apa Adanya. 
Tumbuhkan rasa cinta setiap hari dan biarkan bersemi. Jika cinta semakin tumbuh, maka kekurangan yang dimiliki pasangan pun akan diterima dengan sendirinya. Karena cinta yang tulus adalah menerima apa adanya semua kekurangan2 orang yang kita cintai.

Cintailah semua kekurangan2 orang yang kita cintai secara utuh apa adanya. Sungguh, tiada yang lebih membahagiakan seorang wanita, bila pria yang dicintainya, mau dan bisa mencintai semua kekuarangan2nya dan menerimanya secara utuh apa adanya.

Cintailah seseorang dengan segala kesabaran dan keridhoan hati. Cintailah seseorang dengan melihat agamanya, bukan fisiknya. Cintailah seseorang dengan semua kekurangan2 yang dimilikinya. Cintailah seseorang, tanpa melebihi rasa cinta kita padaNya.

Semoga kita bisa menerima semua kekurangan2 orang yang kita cintai apa adanya dan siap membina kehidupan rumah tangga dengan orang yang kita cintai. Dan Insya Allah, rumah tangga kita akan tenteram dan tenang jika dilandasi dengan ketulusan dan keridhoan menerima dan mencintai semua kekurangan2 pasangan kita apa adanya, dan menjadikan semua kekurangan2nya sebagai suatu kelebihan, saling memahami dan menghargai satu sama lain.

Dari beberapa sumber

Jadi Pengawas Di TPS 7

Posted by Amir Hamzah | Jumat, 23 Mei 2014 | Posted in , ,

Tanggal 09 April memang merupakan tanggal yang mencemaskan. Terutama bagi politikus partai dan yang mencalonkan diri sebagai calon DPRD Pusat, DPRD Provinsi, DPR Kabupaten dan DPD Wilayah. (kalau tidak salah). Ada empat warna yang digunakan, warna kuning, biru, hijau dan merah.

Waktu itu saya diminta oleh salah satu parpol untuk menjadi saksi. Itu pun dadakan, kira-kia sore hari sebelum magrib yang bersangkutan datang ke rumah dan memberikan surat rekomendasi untuk menjadi saksi partai. Dengan sedikit arahan saya pun menyetujuinya. Alasannya sih sebenarnya sederhana, daripada gak punya kegitan mendingan nyari kesibukan.

Saya dapat tugas di Tempat Pemungutan Suara  (TPS) 7. Dan letaknya itu di sekolah dasar (SD) tempat di mana saya sekolah dulu. Kebetulan yang menjadi ketua dan sekaligus pelaksana TPS itu guru MTs saya juga. Sehingga kurang lebih tanggal 09 April itu menjadi ajang temu kangen, hehehehhhe.

Meski letaknya lumayan jauh, tetapi semua pelaksana di TPS 7 saya kenal semua. Sebab ketika Sekolah Dasar dulu banyak sekali kenalan dan teman-teman dari kampung lain, sehingga kalau ada yang tidak kenal pasti nanya ke mereka. Apalagi kalau nama bapaknya, pasti kenal semua, meski satu kelas jumlahnya bisa lebih dari 30 orang.

Kembali ke masalah pemilu 2014. Karena sistem yang digunakan itu berbeda maka sosialisasi itu sangat penting. Tetapi tidak semua calon yang terdaftar melakukan hal yang demikian terhadap masyarakat, terutama kepada lansia. Efek buruknya yaitu jumlah suara golput itu membludak dan bahkan bisa dikatakan 70% suara itu dari seluruh TPS golput.

Golput bukan karena enggan memilih calon yang tidak sesuai dengan pilihan, tetapi disebabkan karena ketidaktahuan mereka bagaimana tatacara memilih (mencoblos). Tak hanya itu, bagi sebagian orang yang merasa anti dengan partai tentu tidak datang ke TPS. Bagitu juga, bagi mereka yang sibuk bekerja di Ibu Kota. Daripada pulang mendingan lembur, lumayan bisa dapat tambahan.

Itu sekelumit penyebab golput pada pemilihan umum 2014 menurut analisis saya. Tak hanya fenomena golput, tetapi fenomena "serangan fajar" juga begitu nampak. Alhamduliah meski ada serangan fajar, saya menolak dengan halus, dan saya katakan "sudah ungannya buat pan jenengan saja..." Sebab dalam keyakinan saya "penyuap dan yang disuap tempatnya neraka".

Tetapi setelah saya cari tahu terkait redaksi hadits tersebut ternyata tidak ada, Bahkan yang lebih mahsyur (terkenal) ialah "la'anaAllahu.." Allah melaknat. "Allah melaknat penyuap dan yang disuap". Karena penasaran, saya pun menyempatkan diri untuk berkirim pesan ke salah satu Ustadz yang sempat mengajar ketika di pesantren dulu. Jawaban yang beliau berikan itu sama. Hadits yang mahsyur itu hanya sebatas "Allah melaknat penyuap dan yang disuap".

Mungkin maksud hadits dhaif yang mengatakan "penyuap dan yang disuap tempatnya neraka" yaitu bertujuan untuk membentengi seseorang, sehingga menghindari perbuatan suap-menyuap. Terbukti meski sudah banyak yang tahu terkait hadits yang dhaif ini nyatanya banyak orang yang seolah-olah tidak takut akan api neraka. Naudzubillahi min dzalik.. 


###

Sekitar pukul 07.00 saya sudah berada di TPS dan langsung mengikuti upacara pembukaan dan sekaligus pengecekan jumlah surat suara, kotak suara dan jumlah pemilih yang ada di TPS 7. Setelah selesai semua, barulah para pemilih dipanggil satu persatu untuk memilih. Karena saya memilih di TPS yang lain, maka saya pun memilih pulang dan menggunakan hak pilih.

Setelah memilih dan sarapan, saya kembali ke TPS 7. sekitar tengah hari semua pemilih sudah memilih semua. Sekitar pukul 13.00 barulah penghitungan dimulai. Diprediksi sore hari akan selesai, ternyata penghitungan itu baru selesai sebelum magrib. Setelah magrib kami juga menghitung ulang dan menulis ulang jumlah suara sebagai bukti.

Selesai semua sekitar pukul 20.30. Karena dirasa sudah malam saya langsung tancap gas dan menuju rumah. Sepanjang perjalanan ternyata masih banyak TPS lain yang belum selesai menghitung, bahkan untuk memindahkan saja belum. Karena sistem dan model yang baru seperti ini tak ayal ada yang barus selesai sekitar pukul 02.00 dini hari dan bahkan esok paginya. []
 

Antusiasme Warga Kampung Kedokan

Posted by pemuda desa | Jumat, 07 Maret 2014 | Posted in ,

Rabu (19/02/14) survei ke kampung Kedokan. Cuaca sore itu sedikit mendung dan jalanan becek bercampur lumpur. Kondisi ini juga diperparah dengan kondisi jalan yang sampai hari ini belum ada perbaikan dari pemerintah. Entahlah, apa karena belum ada dana, atau sebenarnya sudah ada tetapi mengalir ke kantong sendiri.

Kondisi jalanan yang rusak dan berlumpur itu menemani perjalanan kami hingga ke kampung Kedokan. Di sana kami disambut dengan hangat oleh Sarif selaku tuan rumah, dan tak berapa lama kami ngobrol, minuman teh panas pun datang. Sesekali kami menikmati hidangan yang sudah disuguhkan disela-sela membahas agenda untuk tanggal 22 Februari 2014 nanti.

Kami diskusi terkait konsep, materi dan hal-hal yang dibutuhkan. Tetapi, Asep katanya belum pasti. Apakah nanti bisa ikut hadir  atau tidak, saat itu Asep tidak berani untuk memastikan hadir. Pasalnya, tanggal 22 Februari 2014 Asep masih ada acara di Cilegon, katanya. Tetapi Asep berusaha untuk bisa datang dan hadir ke acara ini.

Karena waktu sudah larut sore, kami pun izin untuk pulang. Tetapi tuan rumah menawari makan dan semuanya sudah disiapkan. Meski merepotkan, dan sangat sungkan kami pun meng-iya-kan. Selesai makan sore, kami sholat Ashar berjama'ah di rumah Syarif. Selesai sholat kami berpamitan.

Persiapan Sebelum Acara

Hari Sabtu (22/02/14) pukul 10.30 Syarif tiba di rumah. Kami sudah janji untuk menyiapkan materi yang akan diberikan nanti malam. Tak tak terasa waktu dzuhur tiba dan hujan pun turun. Selepas shalat dzuhur kami melanjutkan persiapan materi, begitu selesai, hujan juga sudah agak reda. Karena dirasa cukup reda, kami pun berangkat ke rumah Asep untuk mengambil infocus.

Meski gerimis kecil menemani perjalanan kami ke Kampung Calingcing dan ke Kampung Kedokan, rasanya terbayar sudah ketika menyaksikan antusiasme anak-anak Kampung Kedokan untuk menyaksikan acara yang akan kami suguhkan. Bahkan ketika kami tiba dengan membawa infocus, anak-anak langsung bersiap-siap.

Antusiasme anak-anak luar biasa, sehingga banyak yang berdatangan. Karena takut salah paham, akhirnya kami sampaikan acaranya nanti setelah ngaji. “Kalau belum ngaji nanti gak boleh ikutan pokoknya…. jadi harus ngaji dulu ya….” Bujuk Kak Amir. Untung saja mereka pun mengerti dan meng-iya-kan apa yang disampaikan tadi.

Setelah dicoba, ternyata temboknya agak kurang putih. Akhirnya kami sempatkan sejenak untuk mencat dinding tersebut, khususnya pada bagian yang akan dijadikan titik layar infocus. Meski hasilnya kurang signifikan dan nyaris tidak ada perubahan yang berarti, tetapi yang penting sudah berusaha.

Acara Berlangsung

Selepas sholat Magrib, ada sebuah pesan masuk. Pesan itu dari Syarif, isi pesan itu memberitahukan bahwa yang hadir itu malah kebanyakan ibu-ibu ketimbang anak-anaknya. Waktu itu hanya bisa tersenyum dan menyampaikan untuk tetap tenang dan biasa saja. Meski ini aneh tetapi harus diapresiasi. Toh ibu-ibu memiliki keingintahuan yang lebih, khususnya untuk kampung Kedokan.

Acara seharusnya dimulai pukul 19.30, tetapi karena datang terlambat maka acara baru dimulai pukul 20.15. Meski datang terlambat, kami sebisa mungkin untuk tampil seprofesional mungkin dan memberikan permohonan maaf atas keterlambatan ini. Karena acara sudah dibuka oleh Kak Mimin dan Kak Sarif, maka Kak Amir langsung masuk dan menyampaikan materinya.

Materi yang disampaikan yaitu tentang dream trigger (menggerakan mimpi). Hampir sama dengan roadshow yang pertama, hanya saja konten nya diubah dan ditambahkan games dan tontonan yang berbeda. Tetapi secara keseluruhan konsepnya sama dengan sebelumnya. Tak ketinggalan lagu-lagu dan hadiah menjadi rangkaian yang wajib dalam menyampaikan materi pada malam itu.

Karena ada ibu-ibu di luar, tak lupa pertanyaan itu juga diberikan khusus untuk ibu-ibu. Bagi yang mampu menjawab maka berhak mendapatkan hadiah dari pemateri. Meski tak seberapa tetapi sangat cocok untuk menarik keaktifan mereka. Karena dirasa sudah cukup, kini saatnya bagian Kak Asep yang berbagi ilmu dan pengalaman dengan para peserta.

Meski sempat pulang ke rumah dan hanya menaruh barang-barang, Kak Asep tetap menyempatkan hadir. Dari wajahnya terlihat raut wajah kecapekan, tetapi di hadapan peserta Kak Asep berusaha tampil semaksimal dan seprofesional mungkin. Terbukti para peserta seolah disihir dibuatnya, dengan kisah-kisah perjalanannya ketika mengunjungi negri nan jauh disana, yaitu Korea.

Tak lupa, Kak Asep juga memberikan video tentang perjalanannya ketika hendak berangkat dan sesudah berada di sana. Semua itu bisa terwujud karena berawal dari mimpi. Berawal dari sebuah cita-cita. Cita-cita itu tidak akan terwujud kalau hanya sebatas dibayangkan, tanpa ada upaya dan usaha yang sungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

Untuk mewujudkannya, tentu dengan cara –cara yang sangat menyakitkan dan itu tak mudah. []


Roadshow Pertama, Ke Kampung Mayat

Posted by pemuda desa | | Posted in ,

Meski kondisi tanah belum kering betul pasca turun hujan, tak menciutkan langkah kami untuk memulai kegiatan roadshow. Sekitar pukul 16.00, projector dicek dan sekaligus dicoba, karena ditakutkan ada yang cacat, dan alhamdulilah ternyata normal. Tapi masalah yang muncul ketika itu muncul ialah kabel untuk suara dari laptop/notebook ke sound tidak pas.

Dari kejadian itulah akhirnya kami mendapatkan satu "amunisi" baru yang sangat luar biasa. Mochamad Syarif itulah nama lengkapnya. Berawal dari kegelisahan untuk mencari sound pengganti yang tadi tidak berfungsi, akhirnya kami malah dapat dua keuntungan sekaligus. Dapat amunisi baru dan ternyata Syarif juga membawa sound yang kami butuhkan.

Kami saling berkenalan, kemudian disampaikanlah visi-misi dan tujuan dari forum pemuda penggerak desa yang kami buat ini. Meski waktu itu Syarif masih agak malu-malu dan banyak diam, kami percaya dibalik diamnya adalah sinyal bahwa ia setuju dengan forum ini. Selesai dari situ akhirnya kami ngobrol kesana-kemari.

Nanti kita berangkat ke kampung Kupluk setelah magrib… tempat ini belum fiks sebenarnya, kalau ada masukan atau usul tempat yang lain silakan… kami sangat senang.” Seketika itu juga, syarif memberikan usul untuk di kampung Mayat. Alasannya waktu sangat sederhana, ada teman sekolah dan kebetulan bapaknya ketua RT (Rukun Tetangga) juga.

Atas masukkan dari Syarif itulah, akhirnya rencana yang sudah kami rancang untuk roadshow ke kampung Kupluk akhirnya di pindah ke Kampung Mayat. Kampung Mayat ini adalah bagian dari desa Panunggulan, tepatnya di sebelah utara kampung Sukasari. Adapun alasan mengapa menggunakan nama Mayat (manusia yang sudah meninggal) kami juga tidak tahu persis asal-muasalnya.

Setelah sholat magrib kami berangkat menuju kampung Mayat. Kami berangkat dengan tiga motor, dan tak lupa menjemput salah satu "amunisi" yang katanya mau ikutan juga, Minarsih namanya. Setelah dijemput barulah kami menuju tempat tujuan. Meski kondisi jalannya rusak dan berlubang tak mengendurkan semangat kami malam itu.

Memulai Acara

Begitu tiba di Kampung Mayat, tak ada yang aneh sedikitpun. Nama kampung Mayat hanya sebuah nama belaka, dan tidak ada kesan angker sama sekali. Malahan para warga pada asyik ngbrol di depan rumahnya dengan tengga yang lain. Hingga kami menghentikan laju sepeda motor, di depan sebuah rumah yang cukup sederhana.

Setelah menyampaikan tujuan kedatangan kami ke ibu RT kami pun diterima dengan baik dan dipersilakan untuk mengisi acara pada malam itu. Ternyata Ibu RT sangat anstusias dan langusng menyuruh anak-anak yang lain untuk bisa datang ke rumahnya. Meski hanya dengan pesan sederhana dan itu mulut ke mulut ternyata sangat efektif. Terbukti, tak butuh waktu lama anak-anak pun datang beramai-ramai.

Anak-anak yang hadir lumayan banyak dan kami memulai acara pukul 20.00. Acara dibuka oleh Kak Amir. Tampil dengan mengenakan topeng monyet sontak membuat anak-anak kaget. Setelah dibuka barulah anak-anak diajak untuk belajar dan bermain. Dan dengan beberapa game dan lagu, anak-anak sudah mulai akrab. Kak amir tidak sendirian, ada Kak Syarif, Kak Mimin dan Kak Asep Juga.

Tak hanya itu, dengan beberapa pertanyaan pun anak-anak sangat antusias untuk menjawabnya. Bagi siapa yang bisa menjawab dengan tepat maka anak tersebut akan dapat hadiah, berupa permen. Meski tak seberapa, tetapi sangat cocok untuk memancing anak-anak dalam menjawab tiap pertanyaan yang Kak Amir lemparkan.

Waktu 15 menit ternyata sudah berlalu, dan kini gantian Kak Asep Budianto yang mengisi. Anak-anak diajak untuk bermimpi dan memiliki cita-cita. Ide ini digagas karena kebanyakan anak-anak kampung itu tahunya ya hanya sekedar jadi guru, dan dokter saja. Padahal banyak cita-cita lain di luar sana.

Tak hanya itu, anak-anak juga diajak untuk bagaimana meraih cita-cita yang mereka inginkan. Kuncinya yaitu kerja keras dan pantang menyerah. Kak Asep selalu bilang “kamu ingin jadi dokter..?? terus usaha apa yang sudah kamu lakukan untuk menjadi dokter itu sekarang??... atau mata pelajaran di sekolah yang paling kamu sukai apa saja??.. ”

Kak Asep juga mengajak anak-anak untuk menyaksikan kisah anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik tetapi karena kerja keras akhirnya cita-citanya tercapai. Meski mereka dilahirkan tidak memiliki kedua tangan dan bahkan juga ada yang tidak memiliki kaki, mereka sedikitpun tak pernah mengeluh, mereka selalu tersenyum dan yakin untuk hidupnya.

Sebelum ditutup, Kak Asep menyampaikan bahwa semuanya berawal dari mimpi. "Apapun itu pasti diawali dari sebuah mimpi.. maka bermimpilah..."

Setelah acara selesai dan ngobrol dengan tuan rumah, kami pamit dan tak lupa menyempatkan untuk berfoto bareng dengan ibu dan bapak beserta keluarga kecilnya. Semoga kegiatan bisa terus berjalan, "dulu juga pernah ada dari mahasiswa yang KKN.. tapi cuma sekali aja... " papar ibu RT. "insyaallah kalau tiap kampung sudah ada perwakilan kegiatan ini bisa rutin ibu.." inilah jawaban kami saat itu. Kami pun pamit. [Zah]





Langkah Awal PePeDe

Posted by pemuda desa | | Posted in ,

Rencana awal kami (Amir dan Asep), ingin mengumpulkan pemuda yang memiliki visi dan misi yang sama dalam forum pemuda penggerak desa. SMS undangan pun kami sebarkan ke yang lain, kami menunggu di tempat yang tertulis di SMS. Saat itu kami memilih tanggal 09 Februari 2014 sebagai tanggal yang tepat, karena bertepatan dengan hari minggu.

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya tak ada satupun yang hadir, hasilnya nihil. Akhirnya kami menggunakan Plan B sebagai alternatif. "Kalau kita kayak begini nanti malah gak jalan, gimana kalau kita langsung gerak aja.." inilah tawaran Asep waktu itu. Tanpa pikir panjang Amir pun mengiyakan tawaran yang luar biasa ini. Akhirnya mereka berdua merancang konsep dan menentukan tempat.

Pilihan tempat jatuh pada kampung Kupluk. Setelah menentukan tempat, kami menentukan tema materi yang akan disampaikan. Setelah selesai dan dirasa cukup, akhirnya bahasan yang selanjutnya ialah masalah perlengkapan. Setelah dicek perlengkapan yang dibutuhkan apa saja dan dirasa cukup, akhirnya kini tinggal menyediakan pojektor/infocus.

Dari hasil survei Amir waktu di Jogja, kurang memuaskan. Selain merk yang ditawarkan banyak macam nya, harganya juga lumayan menguras kantong. Ditambah lagi dengan spesifikasi yang kurang paham betul. Akhirnya dengan kesepakatan, kami akan mencari di Serang saja. Kebetulan, sore itu Amir akan berkunjung ke Cigodeg dan mengunjungi teman yang akan berangkat ke Kupang.

Kesempatan ini tidak disia-siakan Asep. Asep ikut ke Cigodeg dan setelah urusan Amir selesai, Asep akan langsung mengajak Amir untuk mencari Infocus ke Serang. Sebab kalau tidak bergerak cepat, besok lusa asep akan berangkat ke Jakarta.

Setelah keliling Ramayana dan kembali ke Ciceri, akhirnya kami menemukan harga yang sesuai. Setelah survei dirasa cukup kami kembali ke kost. Setelah sholat Isya, kami berdiskusi terkait mana yang sebaiknya diambil, tipe yang 114 atau yang 116. Karena Asep yang menentukan, maka Amir hanya memberikan masukan saja.

Esok paginya, kami berpisah setelah makan siang di kantin kampus UNTIRTA.

Hak Isteri Setelah Suami Meninggal

Posted by Amir Hamzah | Rabu, 29 Januari 2014 | Posted in ,

Menjadi janda merupakan pilihan yang sangat berat bagi kebanyakan wanita. Tidak hanya beban berat bagi dirinya, termasuk bagi keluarganya. Masa-masa indah bersama suami yang telah meninggal dunia, kini tinggal kenangan yang tak mungkin lagi berulang. Terlebih ketika tidak ada lagi harapan untuk membangun keluarga baru dengan suami yang baru.shirt polo muslim.

Di sebagian suku india, beberapa wanita membakar diri bersama mayat suaminya. Bahkan ini menjadi doktrin agama Brahma yang mereka anut. Tradisi ini juga terjadi di suku Inka di Peru, kepulauan Fiji, dan beberapa suku di Cina.

Islam tidak mewajibkan apapun kepada wanita yang ditinggal mati suami, selain ihdad (menjalani masa berkabung). Dimana sang istri tidak diperkenankan untuk berdandan dan menerima lamaran nikah selama masa iddah. Batas masa iddah untuk wanita yang tidak sedang hamil adalah 4 bulan 10 hari, sementara untuk wanita hamil, batasnya sampai dia melahirkan. Setelah masa ini, sang janda boleh berdandan selama tidak keluar batas syariah, dan boleh menikah lagi.

Istri Dunia, Istri Akhirat
Adanya ikatan iman pada pasangan suami istri di dunia, akan Allah abadikan sampai kiamat. Karena ikatan iman ini, Allah pertemukan mereka kembali, dan Allah jadikan mereka sebagai suami istri di surga. Dan setiap wanita, akan dikumpulkan bersama suaminya yang terakhir. Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أيما امرأة تُوفي عنها زوجها ، فتزوجت بعده ، فهي لآخر أزواجها
Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” (HR. Thabrani dalam al-Ausath 3248 dan dinilai sahih oleh al-Albani).

Karena itulah, para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diperbolehkan untuk dinikahi oleh lelaki yang lain, sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman,

وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا
Kalian tidak boleh menyakiti hati Rasulullah dan tidak pula menikahi istri-istrinya selama-lamanya sesudah dia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS. Al-Ahzab: 53)

Diantara hikahnya, mereka akan menjadi istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kelak di surga. Dan tidak ada manusia yang surganya lebih mulia dibanding beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nailah bintu al-Farafishah adalah istri Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau menjadi saksi sejarah pembunuhan Utsman yang dilakukan oleh para pemberontak. Seusai masa iddah, beliau dilamar oleh Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma.

Namun Nailah menolaknya. Nailah pernah mengatakan,

إنى رأيت الحب يبلى كما يبلى الثوب ، وقد خشيت أن يبلى حزن عثمان من قلبى، والله لا قعد أحد منى مقعد عثمان أبدا
Aku merasa rasa cintaku bisa luntur sebagaimana baju yang luntur. Namun aku khawatir, kesedihanku terhadap Utsman akan luntur dari hatiku. Demi Allah, tidak ada yang bisa menggantikan kedudukan Utsman untuk diriku selamanya.” (al-Aqdu al-Farid, 3/199).

Hujaimah bintu Hay, Ummu Darda as-Sughra pernah dilamar oleh seseorang sepeninggal Abu Darda radhiyallahu ‘anhu. Namun beliau menolak dan mengatakan,

سمعت أبا الدرداء يقول : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” المرأة لآخر أزواجها” ولست أريد بأبى الدرداء بديلا
Saya mendengar Abu Darda meriwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Wanita akan dikumpulkan bersama suami yang terakhir.’ Dan saya tidak ingin ada yang menggantikan posisi Abu Darda.” (al-Mathalib al-Aliyah, Ibn Hajar, 5/274).

Keterangan di atas menunjukkan bahwa sang istri yang ditinggal mati suami, masih memiliki hak terhadap suaminya. Hak mereka tidak menjadi putus sama sekali, setelah berakhirnya masa iddah. Selama mereka tidak menikah dengan lelaki yang lain. Karena itu, Allah abadikan ikatan pernikahan mereka sampai di akhirat. Allah pertemukan mereka dan menjadi suami istri di surga. Allahu a’lam []




Mempersiapakan Generasi Terbaik

Posted by Amir Hamzah | | Posted in ,


Anak merupakan aset yang paling berharga dalam keluarga. Sebuah keluarga tidak lengkap bila tidak ada yang namanya buah hati (anak). Rasanya sunyi, sepi, dan entahlah apa namanya karena saya belum menikah dan berkeluarga. Yang jelas terasa ada yang kurang dengan hidup ini, meski semuanya serba cukup tetapi apalah gunanya jika tidak memiliki aset berharga yang satu ini.

Seorang anak merupakan penerus keturunan sebuah keluarga, dan ini berjalan tak pernah berhenti hingga seterusnya. Terus bertambah dan bertambah hingga menjadi sekelompok orang, dari satu daerah ke daerah lain, berupalu-pulau, bersuku-suku dan akhirnya berbangsa-bangsa. Hal ini disebabkan karena manusia terus berkembang biak.

Dalam agama Islam, anak merupakan sebuah amanat yang diberikan oleh Allah swt kepada orangtua (ibu dan bapak). Kelak amanat itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah dihari kiamat. Untuk itu mengajarkan agama dan membimbing anak ke jalan yang benar merupakan tugas dari orangtua. Dan begitu seterusnya, karena yang saat ini menjadi anak, kelak akan menjadi orangtua.

Dalam sebuah kisah, diceritakan ada orangtua yang ibadahnya baik, sholatnya tepat waktu, sedekah, suka menolong dan lain sebagainya. Ketika di akhirat, orangtua tersebut divonis masuk surga. Tetapi sebelum masuk syurga ada seorang pemuda yang meminta keadilan. Pemuda itu ternyata putra dari orangtua tersebut. Pemuda itu berkata "mereka memang ahli ibadah, suka menolong, sedekah dan lainnya, tetapi mereka tidak pernah mengajarkan saya shalat, puasa, dan membiarkan saya mabuk-mabukan, maksiat dsb".

Jika saya masuk neraka, maka mereka juga harus bertanggungjawab. Akhirnya orangtua tersebutpun masuk neraka bersama anaknya. Cerita ini menggambarkan dan mengajarkan kepada kita bahwa mendidik dan mengajarkan anak merupakan kewajiban orangtua. Sebab bagimanapun semuanya adalah amanat dariNya.

Al-Qur’an mengatakan bahwa anak/keturunan dan harta adala fitnah "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (Al-Anfal: 28). Maksunya ialah dalam konteks harta dan anak seperti yang dikemukakan oleh Asy-Syaukani adalah bahwa keduanya dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam banyak dosa dan kemaksiatan, demikian juga dapat menjadi sebab mendapatkan pahala yang besar.

Fitnah di sini juga berarti bisa menyibukkan atau memalingkan seseorang dan menjadi penghalang baginya dari mengingat dan mengerjakan amal kepada Allah swt, seperti yang digambarkan oleh Allah tentang orang-orang munafik, sehingga Dia menghindarkan orang-orang beriman dari kecenderungan ini. Inilah yang dimaksud dengan ujian yang Allah swt uji pada harta dan anak bagi manusia.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SWA juga menyebut keduanya sebagai pembuat pengecut dan kekikiran bagi manusia. Sebagaimana dalam hadits Aisyah ra ketika beliau memeluk seorang bayi, ”Sungguh mereka (anak-anak) dapat menjadikan seseorang kikir dan pengecut, dan mereka juga adalah termasuk dari haruman Allah SWT".

Empat Metode
Oleh karenanya, mari lah kita mempersiapkan generasi (anak) yang berkualitas serta memiliki pengetahuan dan kefahaman yang baik dalam agama. Adapun cara yang dapat dilakukan antara lain : a) Mengajarkan konsep Luqman. b) Mengajarkan keteladanan. c) Mengajarkan kejujuran dan d) Belajar keikhlasan.

Empat hal inilah yang hilang dari generasi anak masa depan. Kalau kita berkaca kepada kisah Lukman, bagaimana ia mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana mengenal tuhan dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dalam segala hal, yakinilah bahwa Allah membersamai langkah dan tindakan yang kita lakukan.

Miskin keteladanan, ya kata itu sangat tepat untuk diungkapkan. Pasalnya tak ada lagi yang dapat dijadikan sebagai seorang uswah (teladan) yang hidup, bagi generasi saat ini. Semuanya memiliki "track record" yang buruk. Hanya Rasulullahlah satu-satunya orang yang dapat dijadikan uswah, karena tindak dan tanduk beliau bagitu indah.

Kedua, yang patut dijadikan teladan adalah orangtua kita sendiri. Tetapi kebanyakan orangtua tidak mampu menjadi sosok yang dapat dijadikan sebagai uswah oleh anaknya. Berarti di sini lah tantangannya bagi para calon orangtua, bagaimana mempersiapkan diri untuk menjadi contoh yang baik dan panutan bagi anak-anaknya kelak. Yuk kita siapkan sedini mungkin, bagaimana sudah siapkah Anda?

Kejujuran merupakan harga mati, dan hanya segelintir orang saja yang mampu melakukannya. Begitu banyak orang yang mampu melakukan kesalahan, tetapi hanya sedikit saja yang mau mengakui kesalahannya. Jujur terhadap diri sendiri, terhadap orang lain dan yang terpenting adalah jujur terhadap Allah SWT. Berapa banyak yang dapat melakukannya??

Hidup merupakan perjalanan sementara, dan sebagai alat perantara untuk mencapai ke sebuah titik yang disebut dengan akhirat. Semua yang dilakukan, amalan ibadah dan lain-lain bermuara pada satu kata, yaitu kata ikhlas. Semua perbuatan yang tanpa didasari dengan keikhlasan semuanya hampa, kosong dan tak akan memiliki nilai. Itulah sebabnya allah melarang manusia untuk menjauhi sikap riya (syirik kecil).

Terlebih ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan maka ikhlaslah yang tepat untuk diungkapkan. Sedikit ataupun banyak, besar dan kecil semuanya harus diikhlaskan. Sebab manusia tidak akan pernah tahu rencana yang Allah persiapkan untuk dirinya. Apapun itu, pada dasarnya baik bagi diri kita. Yang terpenting, ketika ditimpa musibah bersabar dan ketika mendapat nikmat bersyukur. Lebih dahsyat lagi ketika mendapatkan musiabah ia tetap mengucapkan syukur. Allahu’alam.

____________
* tulsian ini diterbitkan oleh okezone.com di kolom Opini (KLIK DISINI)
Tulisan ini sebagai refleksi Hari Anak Nasional yang diperingati Tgl. 23 Juli di blog pribadi

Masalah Banjir

Posted by Amir Hamzah | | Posted in ,

Hujan adalah rahmat, tetapi karena rahmat itu tidak disyukuri maka akhirnya menjadi bencana. Mungkin kalimat inilah yang tepat untuk menggambarkan keserakahan manusia yang selama ini semakin menumpuk dan bertambah banyak di alam jagat raya ini.

Air yang Allah SWT turunkan kepada hambanya adalah berkah, karena air itu dapat menumbuhkan tumbuhan dan memberikan kehidupan bagi makhluk yang ada di bumi. Tetapi ketika rahmat dan berkah itu diturunkan, malah manusia banyak yang merasa ketakutan dan merasa tersiksa dengannya.

Jika kita resapi dan introspeksi diri, tentulah yang menyebabkan ini semua adalah ulah manusia sendiri. Alam ini adalah titipan bagi manusia, karena ini titipan maka tugas kita adalah menjaganya, nyatanya malah tidak demikian.

Allah telah berpesan untuk umat manusia di dalam Alquran, "Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS. al-‘Araaf [7]:10).

Jika pengelolaan lingkungan yang baik disertai dengan kesadaran yang tinggi tentu akan terbebas dari banjir. Dua faktor ini sebetulnya yang saat ini telah diabaikan, oleh kita. Padahal, banjir ini sudah sering terjadi dan tiap tahun pasti akan mengalaminya, tetapi tidak ada yang mau mengambil pelajaran darinya.

Aneh sungguh aneh. Penduduk Jakarta yang seolah sudah bermental baja dengan yang namanya banjir. Banjir itu seolah hiburan tahunan, "ya mbok mikir, tiap tahun banjir mulu apa gak bosen-bosen.. apa gak kepengen hidupnya tentram adem ayem dan nyaman". Kalau ingin Jakarta bebas dari banjir, harus ada tekad untuk berubah dari masyarakat dan pemerintahnya.

Saat ini seolah jalan sendiri-sendiri. Pemerintah mau menyelesaikan masalah banjir, tetapi penduduk yang rumahnya mau dipindahkan ngamuk-ngamuk dan protes. Tata kota mau dibangun dan diperbaiki supaya lebih baik dan tidak ada banjir, malah ditolak. Pemerintah sudah berusaha, hanya saja masyarakat yang belum merespons secara positif.

Mari kita renungkan ayat yang satu ini, "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Alaraaf [7]:56). Allahu’alam.
_______________
Tulisan ini pernah dimuat di okezone.com 20/01/14. Sumber (KLIK DISINI)

Hegemoni Dinasti Ratu Banten

Posted by Amir Hamzah | Jumat, 18 Oktober 2013 | Posted in ,

Bertahun-tahun semua ini tertutup rapat, tetapi kali ini semoga seluruh mata dunia khususnya pemerintah Indonesia yang menyaksikan hegemoni kekuasaan dinasti pemimpin yang lalim dan menguras penuh rakyatnya, terbongkar hingga ke akarnya. Kemiskinan dimana-mana, sekolah yang hancur, inspraturuktur yang jauh dari kata nyaman dan banyak lagi.. Inilah fenomena ironi yang dimulai sejak tahun 2006.

Fenomena ini dapat kita saksikan di provinis yang berdiri sejak tahun 2000, Banten. Provinsi ini memiliki pendapatan 5 triliun pertahun, tetapi pendapatan sebesar ini tidak sejalan lurus dengan kesejahteraan rakyatnya. Masih banyak tempat-tempat yang belum terjamah oleh listrik, jembatan yang hancur bahkan untuk menyebranginya mereka harus mempertahankan nyawa mereka sendiri.

Banten memiliki 4 kabupaten, Serang, Tangerang, Pandeglang dan Lebak. Kabupaten yang masih tertinggal jauh ialah Kabupaten Lebak. Disana masih banyak kampong yang belum mendapatkan listrik, jalan yang rusak berat dan bahkan akses untuk ke kota juga sangat sulit. Ditambah lagi kondisi perekonomian mereka tertinggal.

Sudah saatnya masyarakat Banten dibela dan diperjuangkan. Kepada mereka yang duduk dibangku jabatan sudah saatnya kalian mempertanggungjawabkan perbuatan kalian yang sudah menguras habis hak-hak ‘kaum minoritas’. Angka kemiskinan menurut data BPS (badan pusat statistik) di Banten per maret 2013 yaitu sekitar 626.243 dan pengangguran 10% (sumber liputan6)

Kesengsaraan ini berbanding terbalik dengan kekayaan sang gubernur (RAC) dan adiknya TCW. Dari sebuah sumber, dikatakan bahwa mereka memiliki rumah mewah di serang, Jakarta barat dan bandung. Tak hanya itu, ada hotel dan tanah sekitar 4 triliun. Fakta ini sangat mencenganngkan dan terbukti sudah, dari mana kesemua kekayaan tersebut??

Pemimpin Yang Ideal

Jika kita kembali kepada masa sahabat dan rasulullah tentu sangat jauh perbedaannya. Pemimpin yang sesungguhnya ialah mereka yang mendahulukan kepentingan rakyat ketimbang kepentingan dirinya sendiri. Mensejahterakan rakyat adalah hal yang wajib untuk mereka lakukan, dan menyisir seluruh tempat yang masih ‘bermasalah’ dengan kesejahteraan rakyatnya.

Masih ingat dengan kisah Umar ra. yang rela menyamar dan mengantarkan gandum dengan tangannya sendiri. Masih ingat dengan kisah Abdul Aziz yang diajak berdialog oleh sang anak, kemudian ia bertanya “kepentingan Negara atau keluarga?.. jika kepentingan Negara maka lampu tetap menyala, tetapi jika kepentingan keluarga lampunya dimatikan”

Di mana pemimpin yang seperti ini, masih adakah?.. fasilitas yang kini bergelimang dan diberikan oleh Negara malah disalahgunakan dan diselewengkan. Tak sedikit yang akhirnya melipat sisanya untuk masuk kekantong mereka sendiri. Bagaimana mereka kelak mempertanggungjawabkan di hadapan Allah swt.

Empat sifat pemimpin yang diajarkan oleh agama islam hanya sebagai angina lalu. Tidak berbekas dan malah hanya sebagai iklan semata. Mereka beriklan seperti itu sebelum dapat jabatan, tetapi jika jabatan itu sudah di tangan mereka lupa dan mengabaikannya. Masih ingat dengan Firaun yang sombong, angkuh dan melampaui batas.

Siddik, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. Dimana keempat karakter ini, yang dulu diajarkan oleh rasulullah dan para sahabat Nabi..?? Semoga Negeri yang ‘hebat’ ini masih memiliki orang-orang yang punya integritas yang baik, serta mampu menjaga negeri ini yang sudah berada di titik rawan kehancuran dan dekadensi moral.

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” (QS. Al-Qasas [28] : 76)

Semoga bermanfaat. Allahu’alam []